Mari Bumikan Ekonomi Islam !!!

Berikut pengertian ekonomi Islam menurut beberapa ahli, untuk memperdalam pemaknaan pembaca akan pengertian ekonomi Islam yang saya ambil dari berbagai sumber.

1. Umer Chapra

Menjelaskan secara mendalam bahwa ekonomi Islam merupakan cabang ilmu pengetahuan yang membantu manusia dalam mewujudkan kesejahteraannya melalui suatu alokasi dan distribusi sumber-sumber daya langka yang sesuai dengan al–‘iqtisad al–syariah atau tujuan yang ditetapkan berdasarkan syariah, tanpa mengekang kebebasan individu secara berlebihan, menciptakan ketidakseimbngan makroekonomi dan ekologi, atau melemahkan solidaritas keluarga dan sosial serta jalinan moral dari masyarakat.

2. Yusuf Qardhawi.

Ekonomi Islam adalah ekonomi yang didasarkan pada ketuhanan. Sistem ini bertitik tolak dari Allah, bertujuan akhir kepada Allah, dan menggunakan sarana yang tidak lepas dari syari’at Allah.

-Lihat Selengkapnya->

Mengenal Ekonomi Islam

Bagi yang baru mendengar kata “Ekonomi islam”, pasti akan langsung terbersit dalam pikirannya, bahwa ekonomi islam adalah ekonomi yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan agama Islam. Yups, benar. Itulah pengertian sederhana dari ekonomi islam. Sedangkan secara mendalam ekonomi Islam utamanya ilmu ekonomi Islam dapat diartikan sebagai pengetahuan dan aplikasi ajaran-ajaran dan aturan-aturan syariah yang mencegah ketidakadilan dalam pencarian dan pengeluaran sumber-sumber daya, guna memberikan kepuasan bagi manusia dan memungkinkan mereka melaksanakan kewajiban-kewajiban mereka terhadap Allah dan masyarakat (S.M. Hasanuzzaman).

Lalu apa perbedaan antara ekonomi Islam dengan ekonomi yang telah ada saat ini?. Mungkin itulah pertanyaan yang timbul setelah pembaca mengetahui definisi ekonomi islam diatas. Pebedaan mendasar antara sistem ekonomi Islam dengan sistem ekonomi yang telah ada (yang selanjutnya saya sebut ekonomi konvensional) adalah dalam tujuan akhir dari aktifitas ekonomi itu sendiri. Dalam sistem ekonomi konvensional, para pelaku ekonomi hanya mementingkan tujuan individu semata. Mereka hanya akan berfikir bagaimana caranya agar bisa memperoleh harta sebanyak-banyaknya. Itulah yang disebut dengan self interest yang menjadi tujuan utama dalam sistem ekonomi konvensional. Sedangkan sistem ekonomi Islam mempunyai tujuan utama yakni tercapainya falah yakni kesuksesan dunia akhirat, sehingga para pelaku ekonomi yang benar-benar menerapkan sistem ekonomi islam, akan senantiasa menciptakan maslahat (manfaat atau kebaikan) bagi orang lain. Sebenarnya masih banyak perbedaan-perbedaan antara ekonomi Islam dan ekonomi konvensional yang akan dijelaskan dalam postingan berbeda.

Saya rasa, postingan ini cukup memberi gambaran kepada pembaca tentang ekonomi Islam. Semoga bermanfaat.